Klasifikasi Makhluk Hidup (Classification of Living Organisms)
1. Ciri-Ciri Makhluk Hidup (Characteristics of Living Things)
Untuk menentukan apakah sesuatu itu hidup atau tidak, Cambridge menggunakan jembatan keledai (mnemonic) standar internasional: MRS GREN.
| Simbol | Istilah Inggris | Istilah Indonesia | Penjelasan Singkat |
| M | Movement | Bergerak | Kemampuan berpindah posisi atau mengubah bentuk tubuh (tumbuhan bergerak mengikuti cahaya). |
| R | Respiration | Respirasi | Bukan sekadar bernapas. Ini adalah reaksi kimia di dalam sel untuk menghasilkan energi dari nutrisi (glukosa). |
| S | Sensitivity | Kepekaan (Iritabilitas) | Mampu mendeteksi dan merespons rangsangan (cahaya, sentuhan, suhu). |
| G | Growth | Tumbuh | Pertambahan ukuran dan massa sel secara permanen. |
| R | Reproduction | Reproduksi | Menghasilkan keturunan untuk melestarikan jenisnya (bisa seksual atau aseksual). |
| E | Excretion | Ekskresi | Membuang zat sisa metabolisme yang beracun (urine, CO₂, keringat). Bukan buang air besar (itu egesti). |
| N | Nutrition | Nutrisi | Mengambil zat makanan untuk energi dan pertumbuhan. |
2. Sistem Binomial Nomenklatur
Diciptakan oleh Carl Linnaeus. Setiap makhluk hidup memiliki nama ilmiah dua kata untuk menghindari kebingungan akibat perbedaan bahasa daerah.
Aturan Penulisan:
Terdiri dari dua kata: Genus dan spesies.
Kata pertama (Genus) diawali Huruf Besar.
Kata kedua (spesies) diawali huruf kecil.
Dicetak miring (jika diketik) atau <u>digarisbawah</u> (jika ditulis tangan).
Contoh:
Manusia: Homo sapiens
Kucing: Felis \ catus
3. Lima Kingdom (The Five Kingdoms)
Klasifikasi modern mengelompokkan makhluk hidup ke dalam 5 kerajaan besar berdasarkan struktur sel dan cara mendapatkan makanan.
Animalia (Hewan): Multiseluler, tidak punya dinding sel, heterotrof (makan organisme lain).
Plantae (Tumbuhan): Multiseluler, punya dinding sel (selulosa), autotrof (fotosintesis).
Fungi (Jamur): Uniseluler/multiseluler, dinding sel (kitin), saprofit (mengurai sisa makhluk hidup). Contoh: Jamur, ragi.
Prokaryotae (Monera/Bakteri): Uniseluler, tidak punya nukleus (inti sel).
Protoctista (Protista): Organisme yang memiliki nukleus tapi tidak masuk hewan, tumbuhan, atau jamur. Contoh: Amoeba, Alga.
4. Klasifikasi Hewan (Animal Classification)
Fokus utama biasanya pada perbedaan Vertebrata (bertulang belakang) dan Invertebrata (tidak bertulang belakang).
A. Vertebrata (5 Kelas Utama)
Ciri khas yang harus dihafal untuk ujian:
Ikan (Fish): Bersisik basah, bernapas dengan insang, bertelur di air (telur lunak).
Amfibi (Amphibians): Kulit lembap/berlendir, metamorfosis (muda di air, dewasa di darat), bertelur di air. Contoh: Katak, Salamander.
Reptil (Reptiles): Bersisik kering, bernapas dengan paru-paru, bertelur di darat (cangkang keras/kenyal).
Burung (Birds): Berbulu (feathers), memiliki paruh, berdarah panas (endoterm), bertelur cangkang keras.
Mamalia (Mammals): Berambut (hair/fur), menyusui anak (mammary glands), melahirkan (vivipar), berdarah panas.
B. Invertebrata (Fokus: Arthropoda)
Kurikulum Cambridge sering menekankan pada Arthropoda (hewan berbuku-buku dengan rangka luar/eksoskeleton). Dibagi lagi menjadi:
Serangga (Insects): 3 bagian tubuh (kepala, dada, perut), 3 pasang kaki, sepasang antena.
Arachnida: 2 bagian tubuh, 4 pasang kaki, tidak ada antena (Contoh: Laba-laba, Kalajengking).
Crustacea: Umumnya hidup di air, punya 5 pasang kaki atau lebih, 2 pasang antena (Contoh: Kepiting, Udang).
Myriapoda: Tubuh panjang bersegmen, banyak kaki (Contoh: Lipan, Kaki seribu).
5. Klasifikasi Tumbuhan
Dibagi berdasarkan cara berkembang biak:
Tumbuhan Tidak Berbunga (Spora):
Lumut (Mosses): Tidak punya akar/batang/daun sejati.
Paku (Ferns): Punya akar/batang/daun sejati, daun muda menggulung.
Tumbuhan Berbunga (Biji):
Menghasilkan biji yang dilindungi buah.
Memiliki bunga sebagai alat reproduksi.
6. Kunci Dikotom (Dichotomous Keys)
Ini adalah keterampilan Scientific Enquiry yang sangat penting. Kunci dikotom adalah alat untuk mengidentifikasi organisme yang belum dikenal dengan menjawab serangkaian pertanyaan bercabang dua (Ya/Tidak).
Contoh Sederhana:
a. Apakah hewan ini bertulang belakang? ... (Ke nomor 2) b. Apakah hewan ini tidak bertulang belakang? ... (Invertebrata)
a. Apakah hewan ini menyusui? ... (Mamalia) b. Apakah hewan ini tidak menyusui? ... (Ke nomor 3)
Tips Mengerjakan Soal Kunci Dikotom:
Perhatikan ciri fisik yang terlihat jelas (jumlah kaki, sayap, bentuk daun).
Jangan gunakan ciri perilaku (seperti "suka makan daging") kecuali disebutkan dalam soal, fokuslah pada morfologi.

Komentar
Posting Komentar